Berikut ini adalah banner dari teman-teman Lembah Ilmu. Dan Bagi yang bersedia untuk menukar link blog atau situs, silahkan memberi komentar di posting ini. Dan berikut adalah banner Lembah Ilmu :
28 Nov 2009
Tukar Link
23 Nov 2009
Apakah Ufo Itu Ada ???

Sebuah benda terbang asing atau unidentified flying objects (UFO) melayang di atas sebuah apartemen di Jalan Pakubuwono atau di dekat Blok M, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Benda yang diduga UFO alias piring terbang itu dipotret seorang warga yang menolak identitasnya dicantumkan. Foto tersebut diterima Warta Kota melalui Facebook, Kamis (15/10).
Menurut si pemotret, obyek tersebut tidak sengaja tertangkap kamera. Saat itu, dia sebenarnya sedang memotret bangunan apartemen di Jalan Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dari dalam mobil.
Ketika hasil jepretan diamati dengan teliti, ternyata ada benda asing yang melayang di atas apartemen itu. Ketika citra benda asing itu diperbesar, benda itu tampak seperti piring dengan sejumlah jendela di bagian bawah. Mirip piring terbang dalam film fiksi ilmiah buatan Hollywood.
Namun, saat Warta Kota me-nelitinya, foto ini ternyata tak ada meta data-nya. Hingga semalam belum ada keterangan resmi apakah foto tersebut asli atau rekayasa. Mungkinkah benda itu benar-benar UFO yang terjemahannya dalam bahasa Indonesia Benda Terbang yang Aneh (Beta)?
Semalam, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun mengatakan bahwa dirinya baru tahu rumor penampakan UFO di Jakarta dari media massa. Namun Salatun juga mengatakan bahwa penampakan benda-benda asing luar angkasa memang sulit untuk diidentifikasi.
”Penampakan benda-benda seperti itu memang sulit dikenali. Hal itu bergantung situasi yang memungkinkan dia dapat terdeteksi atau tidak, misalnya tertangkap secara tak sengaja dalam bentuk visual seperti yang sering terjadi selama ini,” katanya.
”Selama ini, jika ada laporan soal benda-benda asing kami langsung menyelidiki kebenarannya. Seperti dugaan jatuhnya meteor di Bone, Sulawesi, pekan silam. Dalam kejadian-kejadian seperti, masyarakat umumnya tidak memberikan laporan resmi ke Lapan dan beritanya hanya beredar di media saja,” kata Adi.
Sementara itu, Muhammad Irvan, aktivis Ufonesia (komunitas pengamat UFO), mengaku belum melihat foto benda yang diduga UFO yang terbang di atas Blok M tersebut. Menurut dia, selama 2009 ini laporan tentang Beta-UFO lebih sedikit dibanding tahun 2008. ”Laporan terakhir datang dari Bandung, tepatnya di Dago. Tapi itu belum bisa kami duga sebagai UFO, kami masih ragu,” ujarnya dalam perbincangan dengan Warta Kota, semalam.
Irvan mengatakan, untuk menentukan sebuah benda asing di angkasa sebagai UFO perlu dilakukan pengamatan lebih jauh. Pasalnya, bisa saja benda tersebut adalah pesawat atau bias cahaya matahari.
”Pertama harus dilihat foto atau videonya. Yang paling dasar adalah pengamatan dengan mata orang awam dan dari pemikiran awam, apakah itu benar-benar obyek (UFO) atau debu di lensa kamera,” tuturnya.
Jika benda aneh itu patut diduga UFO, temuan tersebut akan dibahas oleh sesama peneliti ufologi. Irvan juga mengatakan jika pada kasus UFO Blok M saksi matanya lebih dari satu orang, maka bisa dilakukan investigasi lebih lanjut.
Sebelumnya, pada Kamis (8/10) siang warga Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan ledakan di angkasa yang didahului oleh cahaya api yang bergerak dengan cepat dan meninggalkan asap tebal.
Warga sempat menduga cahaya dan ledakan itu berasal dari pesawat Sukhoi TNI AU yang meledak di udara. Namun pihak TNI AU membantah dan menyatakan tidak ada pesawat Sukhoi yang melintasi Bone pada hari itu.
Diculik UFO
Nur Agustinus, aktivis Komunitas Beta-UFO (komunitas yang mencermati UFO), beberapa waktu lalu menyatakan bahwa penampakan UFO kerap terjadi di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Oleh karena itu, Komunitas Beta-UFO menyebut ketiga daerah itu dengan istilah Segitiga UFO di Indonesia.
Pada tahun 2000, Beta-UFO menerima laporan dari Cirebon tentang seorang bocah berusia enam tahun yang diculik UFO. Bocah itu terpisah dari teman-temannya saat beranjak pulang setelah bermain-main di kebun tebu. Belakangan, bocah yang namanya dirahasiakan itu mengaku diajak main oleh lima makhluk aneh yang badannya bersisik.
Menurut si bocah, dia hanya sebentar bermain-main dengan kelima makhluk aneh tersebut. Namun, keluarganya kalang kabut lantaran si bocah dua minggu menghilang. Nur Agustinus juga mencatat bahwa UFO biasanya muncul saat Bumi sedang mengalami fenomena alam seperti gempa, gunung meletus, dan badai.
Di situsnya, Komunitas Beta-UFO menyatakan bahwa dalam pada tahun 2007 ada 32 laporan penampakan Beta-UFO di Indonesia di mana 11 di antaranya terjadi di wilayah Jabodetabek. Sebagian di antaranya tidak berupa berkas cahaya. Sementara itu, sepanjang 2008 tercatat ada 34 laporan tentang penampakan Beta-UFO dari seluruh wilayah Indonesia dan 13 di antaranya terjadi di wilayah Jabodetabek.
Pada Januari 2006, Yudi, warga Pondokgede, Bekasi, mengaku melihat lima berkas cahaya di angkasa. Saat itu, Yudi sedang bersantai bersama keluarganya. Pengalaman yang sama dialami Riyogarta Luwiyana, warga Bintaro, Tangerang, seperti tertuang di blognya.
Pada 26 Maret 2006, saat dalam perjalanan ke sebuah rumah makan di Bintaro, Riyogarta dan istri melihat benda aneh di langit. Benda tersebut memiliki ekor pendek warna hijau dan bekerlap-kerlip.
Sementara pada Desember 2008, seorang warga Petukangan, Jakarta Selatan, merekam sejumlah titik cahaya di langit yang berpindah-pindah dengan cepat. Rekaman video tersebut dikirim dan disiarkan di sebuah stasiun televisi. Menanggapi rekaman ini, peneliti Lapan, Sri Loka Prabotosari, menyatakan belum bisa memastikan benda asing tersebut.
Jufri (38), warga Petukangan, mengaku merekam fenomena tersebut dan mengunggahnya ke youtube. Jufri mengaku menyaksikan fenomena ganjil itu bersama teman-temannya. Saat itu, mereka sedang membakar sate di pelataran rumah ketika sejumlah berkas cahaya dalam formasi tertentu bergerak di angkasa.
Selengkapnya...
Benarkah Tahun 2012 Akan kiamat ???

Belakangan ini di beberapa media massa dan di internet ramai dibanjiri dengan tulisan mengenai ramalan kiamat di tahun 2012. bahkan ada juga buku yang telah diedarkan ke masyarakat mengenai masalah ini. Salah satu isu yang diangkat antara lain bersumber dari prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.
Selengkapnya...
21 Nov 2009
Daftar Singkatan dalam Milis
Milis alias Mailing List bukanlah sebuah hal yang baru bagi kita penjelajah dunia maya, namun terkadang kita masih bingung terhadap arti istilah-istilah yang digunakan di dalamnya. Singkatan seperti BTT, LOL, EOD, FAQ, WOT, dan sebagainya mungkin masih terdengar asing bagi kita yang bahkan telah sering ber-internet. Karena itulah, artikel ini akan menyampaikan daftar istilah dan singkatan beserta Arti yang sering digunakan dalam Milis ataupun dalam Chatting. Langsung saja, berikut daftar istilah dalam Milis beserta artinya :
2U2 = To You, Too
AAMOF = As A Matter Of Fact
AFAIC = As Far As I'm Concerned
AFAICT = As Far As I Can Tell
AFAIK = As Far As I Know
AFK = Away From Keyboard
AFC = Away From Computer
AKA = As Known As
ASAP = As Soon As Possible
ASL = Age Sex Location (usia,jenis kelamin,lokasi) pertanyaan wajib buat chatting
ATM = At The Moment
BAK = Back At Keyboard
BBL = Be Back Later
BITMT = But In The Meantime
BON = Believe Or Not
BOT = Back On Topic
BRB = Be Right Back
BRP = Bad Reputation Point
BS = Boten Strong
BTT= Back To Topic
BTW = By The Way
C4N = Ciao For Now
CMIIW = Correct Me If I’m Wrong
CRS = Can't Remember "Stuff"
CU = See You
CUL = See You Later
CWOT = Complete Waste Of Time
CYA = See Ya
DIY = Do It Yourself
EOD = End Of Discussion
EZ = Easy
F2F = Face To Face
FAQ = Frequently Asked Questions
FBOW = For Better Or Worse
Flame = Ngehina suatu post/member laen
Flamer = Penghina suatu post/member laen
FOAF = Friend Of A Friend
FOCL = Falling Off Chair Laughing
FTL = For The Lose
FTW = For The Win
FWIW = For What It's Worth
FYA = For Your Amusement
FYI = For Your Information
GA = Go Ahead
GAL = Get A Life
GBTW = Get Back To Work
GFC = Going For Coffee
GFETE = Grinning From Ear To Ear
GL = Good Luck
GMTA = Great Minds Think Alike
GRP = Good Reputation Point
GTG = Got To Go
GTGTTB = Got To Go To The Bathroom
GTRM = Going To Read Mail
HAND = Have A Nice Day
HHOK = Ha Ha Only Kidding
HTH = Hope This Helps
IAC = In Any Case
IAE = In Any Event
IC = I See
IDGI = I Don't Get It
IDK = I Dont Know
IMBA = ImBaLAnce
IMCO = In My Considered Opinion
IMHO = In My Humble Opinion
IMNSHO = In My Not So Humble Opinion
IMO = In My Opinion
IMPE = In My Personal Experience
IMVHO = In My Very Humble Opinion
IOW = In Other Words
IRC = Internet Relay Chat
IRL = In Real Life
ISP = Internet Service Provider
IYKWIM = If You Know What I Mean
JK = Just Kidding
JIC = Just In Case
KISS = Keep It Simple Stupid
LD = Later Dude
LMAO = Laughing My Ass Off
LOL = Laughing Out Loud
LTNS = Long Time No See
MC = Missed Call
MorF = Male or Female, or person who asks that question
MTCW = My Two Cents Worth
MYMN = Maybe Yes Maybe No
n00b/noob/newb = member/pemain baru
NP/NoProb = No Problem
NRN = No Reply Necessary
NTMY = Nice To Meet You
OC = Over Clock
OIC = Oh I See
OLL = Online Love
OMG = Oh My God
ONNA = Oh No, Not Again
OOT = Out Of Topic
OS = Operating System
OTF = On The Floor
OTOH = On The Other Hand
OTTOMH = Off the top of my head
Pls = Please
PM = Private Message
ROFL = Rolling On Floor Laughing
ROFL = Rolling On the Floor Laughing
ROTF = Rolling On The Floor
ROTFL = Rolling On The Floor Laughing
RP = Reply Please
RSN = Real Soon Now
RTDox = Read The Documentation/ Directions
RTFM = Read The Frickin' Manual
RUOK = Are You OK
ScYu = Screw You
SNAFU = Situation Normal All Fouled Up
SO = Significant Other
SOL = Smiling Out Loud
sumod = super moderator
swt = sweat
SWT GTL = So What Gitu Loh
TAFN = That's All For Now
TAL = Thanks A Lot
TANSTAAFL = There Ain't No Such Thing As A Free Lunch
TEOTWAWKI = The End Of The World As We Know It
Thx = Thanks
TIA = Thanks In Advance
TMK = To My Knowledge
TOS = Terms Of Service
TPTB = The Powers That Be
TS = Thread Starter, ditujukan bagi pembuat thread
TSWC = Tell Someone Who Cares
TTBOMK = To The Best Of My Knowledge
TTMH = Talk To My Hand
TTYL(8R) = Talk To You Later
TWIMC = To Whom It May Concern
TY = Thank You
u = You
URL = Web Page Address
w/b = Welcome Back
w/o = Without
WOT = Waste Of Time
WRT = With Regard To
WTG = Way To Go
WTH = What The Hell
WU? = What's Up?
WWW = World Wide Web
WYSIWYG = What You See Is What You Get
Y2K = Year 2000
YGIAGAM = Your Guess Is As Good As Mine
YGWYPF = You Get What You Pay For
YMMV = Your Mileage May Vary
Zzz = Sleeping
ABCDEFG = Aduh Bo Cape Deh Eke Frustasi Gitu
BMW = Body Mengalahkan Wajah
BRB = Beli Rokok Bentar
CLB = Ci Luk Ba
CLBK = Cinta Lama Bersemi Kembali
CPD = Ca Pek Deh
EGP = Emang Gue Pikirin
EGPCD = Emang Gue Pikirin Cape Deh
EGPJPCHCH = Emang Gua Pikirin Juga Pong….Chui….CHui
GaJeBo = Ga' Jelas Bo'
GPP = nGgak aPa aPa
GW = Gua
Jamal = Jadi malu
Japri = Jalur pribadi (contoh: private massage)
km = kamu
Kompie = Komputer
OM = Ora Mudeng
PDA = Please Dong Ah
Semoga bermanfaat...
Selengkapnya...
Cerita Tentang Pelajaran Hidup dan Kura-Kura

Suatu waktu ketika air laut pasang disertai dengan angin kencang yang menghempas ombak dengan kerasnya, suatu peristiwa yang menakjubkan terjadi. Puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan kura-kura terdampar pada hamparan pasir laut di sebuah pantai. Kura-kura itu terhempas jauh dari laut dalam berbagai macam keadaan yang sulit. Lebih dari setengah jumlahnya terbaring dengan tubuh terbalik di atas pasir tandus yang diterpa panas matahari siang. Sebagian lagi dengan tubuh tertanam dalam tumpukan pasir yang bahkan hanya menyisakan kakinya di permukaan. Beberapa dari mereka tertindih tubuh kawan-kawan mereka yang lain, dan sementara yang lain dengan tertatih-tatih berusaha merangkak menuju laut yang kini tampak sangat jauh untuk mereka rengkuh.
Hari semakin siang dan matahari semakin kuat memancarkan sinarnya. Satu-demi satu orang berdatangan ke pantai itu, dan bak reaksi rantai, semakin lama semakin ramai kerumunan di sana. Mereka yang pada awalnya datang untuk melepas kepenatan dan bersenang-senang, seketika itu juga terperanjat seraya memandang pantai dengan penuh kejut. Mereka hanya berdiri dengan kaget dan menatap hamparan pantai mereka dipenuhi dengan ribuan kura-kura di atasnya. Mereka hanya tertegun sambil sesekali berceletuk, “Bagaimana mungkin kita mengembalikan puluhan ribu kura-kura ini ke laut? Sementara jumlah kita sangat sedikit dibanding jumlah kura-kura di sini.” Sementara yang lain menjawab, “Tentu kita hanya akan melakukan hal yang sia-sia Bung.” Mereka hanya terdiam sambil menggelengkan kepala, sementara kura-kura di sana dengan susah payah menghentakkan kakinya langkah demi langkah dengan semua sisa-sisa daya yang dimiliki untuk kembali ke laut biru yang ada jauh di depan mata mereka.
Mungkin pantai ini kini menjadi medan perang bagi kura-kura itu, tidak sedikit kura-kura yang “berjuang” di sana telah terkapar terpanggang panas matahari yang menyengat tubuh mungil mereka. Mungkin para kura-kura itu juga sempat sesekali berpikir penuh tanya, “Benarkah ini hanya sia-sia? Bisakah kita mencapai laut itu untuk tetap hidup di sana?” Tetapi sekali lagi, mereka tetap dengan gigih berupaya menuju air kehidupan mereka. Sementara manusia-manusia di sana hanya terpaku bisu tanpa melakukan apa-apa. Memang, berusaha mengembalikan kura-kura itu adalah sesuatu yang sia-sia tampaknya. Orang-orang itu mungkin berpikir hanya tinggal menunggu waktu tempat ini akan menjadi kuburan massal bagi para kura-kura malang itu.
Tiba-tiba dari kerumunan orang-orang itu tadi majulah seseorang yang memecah keheningan suasana di sana. Dia mendekat ke arah pantai dan menuju ribuan kura-kura itu. Dia angkat satu ekor kura-kura di tangan kirinya, dan satu lagi dengan tangan kanannya lantas menuju laut dan dengan menundukkan badan dia melepaskannya. Dia kembali mendekat ke arah kumpulan kura-kura itu dan sekali lagi membawa 2 ekor kura-kura dari timbunan pasir dan membawanya ke laut untuk dilepaskan. Dia kembali berdiri, dan lagi-lagi menuju ke tempat yang sama dan membawa 2 kura-kura lagi untuk dilepaskan ke laut. Peristiwa itu terjadi terus-menerus hingga orang-orang di sana meneriakinya, “Hei apa yang kau lakukan? Itu perbuatan sia-sia Bung. Kau hanya akan mendapat lelah, sementara kura-kura itu tetap akan mati di sini. Tidak ada cukup waktu untukmu mengembalikan mereka kembali ke laut.” Memang seolah-olah tidak berkurang jumlah kura-kura yang ada di pantai meskipun telah beberapa kali orang tadi melepaskan kura-kura ke laut. Namun, dia hanya diam dan terus mengambil dan mengembalikan ribuan kura-kura di sana. Entah apa yang dipikirkannya, ketika orang-orang lain terdiam dan terpaku bisu, dia malah merelakan tubuhnya berpanas-panasan dengan terik matahari demi melakukan usaha yang tampaknya hanya sia-sia.
Hal mengejutkan kembali terjadi, kini 2 orang keluar dari kerumunan dan menuju ke pantai ke arah kura-kura. Mereka angkat beberapa kura-kura secara bersamaan dan mereka bawa ke laut untuk kemudian dilepaskan. Mereka kembali lagi, dan secara terpisah kini mereka bawa beberapa ekor kura-kura lagi untuk dilepaskan lagi ke laut. Lalu…Beberapa orang lagi kini keluar dari kerumunan dan menuju pantai. Mereka angkat, dan mereka bawa kura-kura itu untuk dikembalikan ke laut lepas. Dan,Tidak beberapa lama, kini hampir semua orang yang ada di sana menuju hamparan pasir itu dan dengan cepat berusaha mengembalikan para kura-kura “pejuang” itu ke laut. Tak beberapa lama, kini pantai yang tadi dipenuhi ribuan kura-kura, mulai kosong dan terlihat bersih kembali. Memang belum semua kura-kura dapat dikembalikan ke laut, namun setidaknya ada sebuah hasil yang ternyata tidak sia-sia untuk dilakukan. Orang-orang tadi yang semula berpikir bahwa itu adalah perbuatan yang sia-sia, akhirnya degan niat dan keinginan mereka sendiri melakukan hal itu, meski sebelumnya mereka yakin bahwa itu adalah perbuatan tanpa guna. Mereka bersama-sama melepaskan kura-kura itu ke laut, meski mereka tahu bahwa mungkin ini adalah hal yang sia-sia untuk mereka.
Namun mungkin mereka juga berpikir bukankah setiap peristiwa besar selalu diawali dengan hal yang kecil yang tampaknya sia-sia untuk dikerjakan…
Mungkin juga mereka teringat, bahwa bukankah setiap perbuatan kecil menurut mereka bisa jadi merupakan bantuan luar biasa bagi orang lain di waktu yang sama…
Dan, bukankah seikat lidi akan lebih kuat dan lebih bermanfaat daripada sebatang lidi rapuh yang bahkan patah dengan hanya ditekuk menggunakan dua jari kecil kita…
Tidak semua hal sulit itu ternyata sesulit kelihatannya…Dan mungkin hal tersulit dalam melakukan suatu karya besar dalam kehidupan kita adalah Proses Mengawalinya…Memulai untuk merintis hal baru di mana tidak semua orang dapat melakukannya dengan lancar sesuai keinginannya…Seperti cerita di atas, terkadang kita memang membutuhkan seorang pelopor yang berjiwa besar untuk menunjukkan cara memulainya kepada kita…Memulai sesuatu dari yang tampaknya hanya sia-sia belaka…Memulai sesuatu yang mungkin akan diawali dengan sebuah kegagalan…Tetapi ingatlah, bahwa hal itu mungkin kelak akan ditutup dengan sebuah keberhasilan besar yang indah…
Selengkapnya...

































